Rumah Si Tukang Review

a review a day takes your curiosity away

[DS] Prince of Persia – The Fallen King

leave a comment »

Prince of Persia - The Fallen King Cover

Prince of Persia - The Fallen King Cover

Publisher: Ubisoft
Developer: Ubisoft Casablanca
Genre: Action Adventure

Salah satu ciri khas dari DS adalah mendapatkan versi yang sangat berbeda dari game-game yang dirilis simultan di konsol maupun PSP. Salah satu contohnya adalah Web of Shadows yang dirilis pertengahan tahun lalu. Ketika versi konsol dan PSPnya lebih menekankan pada petualangan 3D Spidey, versi DSnya justru membawa nuansa 2D klasik. Beberapa bulan kemudian, ketika Prince of Persia mendapat rilis simultan di konsol dan DS, sekali lagi versi DS berbeda jauh dengan versi konsolnya. Penyebabnya jelas, sistem handheld DS jelas tidak kuat untuk dibandingkan konsol-konsol macam 360 atau PS3. Tapi seperti yang kita tahu, grafis yang lebih apik bukan berarti game yang lebih superior. Apakah versi DS ini bisa bersaing dengan saudara-saudara tirinya?

Saya sudah mereview Prince of Persia versi konsol yang memiliki genre free-roaming adventure. Karaktermu bersama Elika akan menjelajahi tanah demi tanah untuk membebaskannya dari kutukan Ahriman, versi DS (The Fallen King / TFK) sedikit berbeda karena memberikan kepada kita struktur level seperti game adventure tradisional (sistem map seperti Super Mario World atau Donkey Kong). Yang unik adalah, gameplay dari versi DS ini mirip sekali dengan pengembangan versi Prince of Persia orisinil (yang tahun 89 itu lo). Sebagai Prince, kamu bisa melompat, bergelayutan di tepi platform, membuka puzzle-puzzle dan sesekali berhadapan dengan para musuh.

Sekedar mengulangi game klasik tentu saja tidak cukup, dalam game ini Prince mendapatkan upgrade kemampuan-kemampuan baru. Kali ini kemampuannya bermain pedang menjadi lebih lincah, ia bisa melakukan gerakan rolling, hingga melakukan wall-jump berturut-turut ala seorang ninja. Nah, kemampuan seperti inipun masih tidak cukup membawa Prince menyelesaikan misinya. Sebagaimana halnya Elika menemani Prince di versi konsol, Prince di versi DS ini didampingi oleh seorang mage bernama Zal. Val bukannya sosok omnipoten yang bisa selalu menyelamatkan nyawa anda ala Elika, tetapi keberadaannya tetap cukup vital dalam permainan. Gameplay dalam TFK lebih menitik-beratkan pada platforming. Kamu akan sibuk membawa karakter Prince melompat sana-sini ketimbang mengadu pedang dengan para musuh.

Tetapi kontroversi terbesar dalam game ini bukan penambahan kemampuan si Prince, atau petualangannya yang kembali dalam bentuk 2D, atau partner yang bukannya cewe seksi tapi mage misterius bertopeng, melainkan kontrol yang sepenuhnya hanya bisa dioperasikan dengan stylus. Kontrol ini mungkin akan menganggu beberapa orang yang lebih terbiasa bermain normal menggunakan D-Pad. Seharusnya, Ubisoft tidak memaksakan gamer dengan kontrol yang mereka berikan pada kita, tetapi memberi kita opsi. Untungnya saja, walau dalam beberapa level awal masa adaptasi pasti akan terasa kaku, begitu kamu terbiasa dengan kendali si Prince, kontrolnya terasa cukup fluid.

Untuk grafis dan suaranya, tidak banyak yang bisa dibanggakan oleh TFK. Jangankan dibandingkan dengan versi konsolnya, bahkan dibandingkan dengan game-game sejenis di DS pun TFK terasa kalah kualitas. Musiknya terasa repetitif dan miskin variasi, grafisnya pun tidak banyak berbeda dari level ke level (bahkan mayoritas musuh yang akan kamu hadapi hanya satu jenis petarung!). Sungguh sayang, padahal saya sempat berharap banyak melihat design karakter sang Prince dan Zal yang bergaya chibi. Walaupun begitu, apabila kamu mau tutup mata dengan segala kelemahan yang terdapat pada game ini. TFK membuktikan diri sebagai sebuah game 2D Platform yang solid dengan waktu permainan yang lumayan panjang. Apabila menyukai game semacam ini, TFK layak dicoba.

Final Verdict:

Gameplay: 6.5
Walaupun sebenarnya kontrolnya tidak terlalu merepotkan kalau kamu sudah beradaptasi dengannya, saya masih menyayangkan kurangnya opsi kontrol klasik dan touch-screen. Desain level yang kadang terasa repetitif (stage yang terasa sama, hanya jebakan yang diletakkan di tempat yang berbeda) juga membuat game ini terasa membosankan – bahkan sebelum kamu menamatkannya.

Graphic / Sound: 5.0
Sangat – sangat buruk. Tidak ada voice-acting sedikitpun dalam game ini. Tidak ada FMV dan potongan cerita yang detail. Cerita yang dibawa pun sepertinya tidak mengikuti versi konsolnya. Tidak ada alasan bagi Ubisoft tidak memasukkan voice-acting dalam game ini selain malas. Dan penggunaan warna yang sama dan serupa bukannya membentuk dan memberi nuansa yang berbeda di dunia game ini – tetapi malahan mematikannya.

Play Time: 7.5
Panjang. Kamu bisa memainkan game ini selama lebih dari 10 jam sebelum bisa menyelesaikannya. Walau begitu, apakah memang kamu mau memainkannya sampai selama itu?

Overall: 6.3

Written by Si Tukang Review

January 17, 2009 at 9:27 pm

Posted in DS, Handheld

Tagged with , , , ,

Leave a Reply