[Movie] Iron Man
Iron Man Poster
Director: Jon Favreau
Artist: Robert Downey Jr, Terrence Howard, Jeff Bridges, Gwyneth Paltrow
Genre: Action
- heroes aren’t born, they’re built -
Ketika saya pertama kali melihat Iron Man suit di internet; pikiran yang hadir di benak saya hanya satu. Saya harus menonton film ini. Iron Man adalah salah satu karakter superhero Marvel yang paling disorot selama tiga tahun terakhir. Perseteruannya dengan Captain America di Civil War (dalam dunia komik) yang berakhir dengan kematian Captain America dan diangkatnya Iron Man menjadi pemimpin semua superhero resmi dunia Marvel sempat membuatnya dibenci banyak pembaca komik. Akibatnya keputusan Marvel mengangkat Iron Man ke layar lebar sempat dikira sebagai keputusan yang blunder dan salah waktu. Toh, Marvel maju terus, dan ketika Iron Man suit berlanjut dengan trailer film ini hadir di internet, hype yang ditimbulkan film ini hanya bisa disaingi oleh film keempat Indiana Jones dan The Dark Knight saja.
Iron Man adalah Tony Starks, CEO sekaligus inventor dari Starks Industries yang memproduksi senjata-senjata perang. Mayoritas senjata Tony dipakai oleh para tentara Amerika untuk melawan para teroris. Karena itu, ketika Tony diajak ke sebuah daerah di Timur Tengah (konon Afghanistan – tetapi tidak ada detail mengenai hal ini) untuk mendemonstrasikan senjata terbarunya: Jericho Missile, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia berikutnya akan disandera. Lebih gawatnya lagi, pecahan dari roket peluru yang ia ciptakan tanpa sengaja masuk ke dalam jantungnya. Akibatnya, Tony harus memasang peralatan khusus di dalam jantungnya guna mencegah pecahan peluru itu membunuhnya. Dalam tawanan, Tony dipaksa oleh para teroris untuk menciptakan Jericho Missile bagi para teroris itu. Tony jelas tidak terima dan secara diam-diam menciptakan sebuah armor bagi dirinya. Inilah awal kelahiran Iron Man.
Robert Downey Jr. sempurna sebagai Tony Starks. Hanya itu yang bisa saya katakan mengenainya. Tony Starks bukanlah Peter Parker – seorang pemuda lugu yang menemukan kemampuan sebagai seorang laba-laba. Dia bukan Clark Kent yang ribet dengan segala permasalahan kehidupannya, bukan juga Bruce Wayne yang seumur-umur kerjaannya meratapi nasib kematian orang tuanya. Tony Starks adalah seorang playboy sejati, flamboyan dengan wanita, sekaligus nyentrik dan jenius. Satu hal yang jelas – ia bukan orang yang rendah diri dan rendah hati. Itu membuat Iron Man menjadi sangat menyegarkan untuk ditonton. Karakter Tony Starks memungkinkan nada film Iron Man tidak terlampau serius atau gelap; sebaliknya, sang sutradara Jon Favreau pun cukup cerdik membalut film ini serealistis mungkin sehingga tidak menjadi seabsurd Fantastic Four.
Iron Man bisa dibilang dibawa oleh Robert Downey Jr., tetapi ia mendapatkan dukungan dari aktris-aktris lainnya. Mulai dari Gwyneth Paltrow yang memiliki chemistry sempurna dengan Downey Jr., Terrence Howard (sayangnya dia nanti digantikan Don Cheadle) yang pastinya sangat dinantikan kehadirannya sebagai War Machine di sekuel Iron Man, sampai Jeff Bridges yang berperan menjadi musuh utama dalam film ini. Gabungan akting yang fluid dari keempatnya membuat film ini tetap menarik untuk ditonton, bahkan ketika adegan aksi tidak mendominasi film – saya berani bilang kalau saya justru paling menikmati Iron Man ketika melihat Tony Starks dengan Pepper Pots sang sekretarisnya! Omong-omong soal cameo di film ini, sudah rahasia umum kalau Stan Lee selalu nongol di film-film yang berdasarkan komik buatannya, tapi apa anda cukup cermat untuk melihat Samuel L. Jackson yang hadir sebagai Nick Fury dalam film ini. (Hint hint: jangan terburu-buru meninggalkan theater begitu ending credits bergulir).
Secara keseluruhan, Iron Man memang film terbaik untuk membuka summer tahun ini. Ia mampu menjawab semua pertanyaan skeptis yang diarahkan kepadanya. Dan tidak hanya itu, buka mata anda lebar-lebar untuk film The Incredible Hulk. Kemungkinan besar cikal bakal dari film The Avengers akan berawal dari sana!
Score: 9.0