Rumah Si Tukang Review

a review a day takes your curiosity away

[Movie] Transporter 3

with 3 comments

Transporter 3 Poster

Transporter 3 Poster

Director: Olivier Megaton
Artist: Jason Statham, Robert Knepper, Francois Berleand, Natalya Rudakova
Running Time: 100 Minutes

Kendati sebelumnya pernah bermain dalam film aksi macam The Italian Job maupun The One, breakthrough role bagi Jason Statham datang ketika ia berperan sebagai Frank Martin dalam film Transporter. Pembawaan sosok Frank Martin yang cool, tenang, gentleman, serta jago bela diri membuat pria maupun wanita menggandrungi sosoknya. Walhasil, film pertama dan sekuelnya mampu meraih sukses. Jason Statham pun makin identik dengan peran-peran tough guy. Tahun 2008, ia kembali sebagai Frank Martin dalam instalasi ketiga Transporter.

Ketika saya usai menonton Transporter 2, sedikit rasa kecewa melintas di hati. Saya merasa bahwa Frank bukan menjalankan misi di sini – tetapi pergi ‘berlibur’ dan kena sial saat lagi liburan. Saya ingat berharap di Transporter 3 nanti akan lebih mengusung nuansa Transporter pertama. Ternyata, Besson sebagai penulis naskah berpikiran lain. Kali ini Frank bukan mendapat kerja – tetapi ‘dipaksa‘ bekerja oleh sosok kriminal arogan kejam bernama Johnson. Frank dipasangi alat peledak yang akan aktif apabila ia berada terlalu jauh dari mobilnya. Yang lebih celaka lagi, kali ini ia tak menjalankan tugasnya sendiri, tetapi bersama seorang gadis Eropa Timur misterius bernama Valentina. Apa sebenarnya yang diantar oleh Frank kali ini?

Usai menonton Transporter 3 saya geleng-geleng kepala. Saya pikir Transporter 2 sudah mengalami penurunan kualitas dibanding Transporter. Tak saya sangka, Transporter 3 malahan lebih buruk lagi! Plot ceritanya amburadul dan memiliki lubang logika yang menganga. Berkali-kali sebuah adegan terjadi BUKAN karena adegan itu seharusnya terjadi tetapi karena dianggap keren di layar. Walhasil, cerita seakan-akan cuma dijadikan alasan memajang aksi di film ini. Kendati demikian, ketimbang Transporter 2 yang kebanyakan adegan aksinya tidak masuk akal, Transporter 3 masih menyuguhkan adegan-adegan aksi yang tidak keterlaluan menyalahi aturan gravitasi.

Turut memperparah cerita yang buruk adalah akting para pemain yang picisan. Peran Statham dalam tiap film yang ia perani hampir sama sehingga praktis ia tidak kesulitan memerankan sosok Frank Martin; stereotipe; jagoan – tidak banyak bicara. Francois Berleand yang hadir sebagai Tarconi juga menarik sebagai sidekick setia Frank. Hanya keduanya saja yang selalu hadir dalam trilogi Transporter ini. Sayangnya, penampilan pas-pasan keduanya tidak diikuti para pendatang baru di film ini. Natalya Rudakova yang hadir sebagai Valentina misalnya menghabiskan hampir seluruh paruh pertama menjadi tipe cewe pendiam angst, kemudian berubah menjadi cewe super menyebalkan, lantas menjadi cewe cengeng. Saya belum pernah merasa begitu sebalnya pada seorang karakter sampai berulang-ulang mengharapkannya mati. Setali tiga uang dengan karakter Johnson, ia hadir dengan klise semua penjahat ’sadis’. Tak segan-segan membunuh atasan yang tidak mendengarkan, sampai melontarkan kata-kata klasik “saya sebenarnya cinta damai”. Saya tak bisa menolong tidak mengerang begitu mendengar dialog itu.

Transporter 3 adalah sebuah bencana untuk franchise ini. Koreografi pertarungan Corey Yuen makin membosankan (pertarungan lawan banyak orang ditambah melawan orang super besar di akhirnya), rentetan adegan aksi mobil dan ledakan bisa kita dapati di setiap film yang diperani Statham, konsep harus dekat dengan mobil pun bisa dibilang mirip dengan konsep Crank yang menempatkan posisi sang jagoan pada kondisi berbahaya. Transporter 3 tidak menawarkan hal baru apapun. Saya hanya bisa berharap bahwa kali ini Frank Martin benar-benar memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya.

Score: 4.0

Written by Si Tukang Review

January 18, 2009 at 12:59 am

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. yup…terburuk diantara semua film Transporter.

    bangmupi

    January 18, 2009 at 1:19 am

  2. Gw pribadi menganggap Transporter 2 adalah yang terbaik, karena film tersebut lah yang gw tonton duluan dari seri-seri yang lain. Aksi menentang hukum alamnya yang bikin gw suka Transporter 2, makanya pada saat nonton Transporter pertama yang lebih drama jadi sedikit kecewa hehehehehehe

    dozus

    January 18, 2009 at 11:05 am

  3. ^^

    Hehe, mungkin ini yang namanya kesan pertama begitu menggoda… ^^

    Si Tukang Review

    January 18, 2009 at 12:40 pm


Leave a Reply