Posts Tagged ‘Comic’
[Comic] Trinity
Trinity Promotional Artwork
Writer: Kurt Busiek
Penciller: Mark Bagley
Publisher: DC Comics
DC Comics adalah salah satu penerbit komik utama selain Marvel Comics; karena itu bukan hal yang mengherankan bahwa mereka adalah rumah dari karakter-karakter besar. Siapa yang tidak kenal karakter Green Lantern, Flash, Aquaman, dan banyak lagi superhero lainnya? Toh, kendati ada begitu banyak nama tenar lahir dari penerbit ini, tiga karakterlah yang disebut-sebut sebagai pendefinisi dari dunia DC: Superman, Batman, dan Wonder Woman.
Menurut Kurt Busiek – penulis yang menggarap Trinity – beranggapan bahwa ketiganya memiliki unsur-unsur yang saling berkaitan:
- Superman mendapat energinya dari cahaya matahari, Batman beroperasi di bawah terang malam bulan, dan Wonder Woman dibentuk dari tanah sebelum dihembusi nafas kehidupan oleh para dewa.
- Superman disebut sebagai man of tomorrow (manusia hari esok), Batman melawan kejahatan masa kini, dan Wonder Woman adalah representasi legenda masa lampau para dewa.
- Superman selalu menolong siapa saja tanpa pamrih, Batman menggunakan rasa takut untuk melawan penjahat, sementara Wonder Woman mendorong orang menemukan dan mencapai potensi dalam dirinya.
Dan contoh-contoh ini ditutup dengan sebuah kesimpulan yang tak terbantahkan oleh Busiek: DC Universe direpresentasikan oleh ketiga pilar ini, cabut satu di antara mereka – atau malahan hancurkan ketiganya maka fondasi dari DC pun akan goyah. Hal ini jelas terbukti tiga tahun silam. Ketika ketiga superhero ini tidak bisa menyatukan pendapat mereka; Infinite Crisis mengguncang DC. Kurt Busiek berusaha menggali potensi ini lebih jauh dalam serial mingguan ketiga DC.
Serial mingguan?
Benar. Setelah 52 (yang sukses besar) dan Countdown (yang gagal total), DC merasa bahwa potensi pasar komik mingguan belum tergarap secara maksimal. Ada satu kekurangan besar ketika saya membaca 52 dan Countdown; keduanya menghadirkan superhero kelas C dan D ketimbang memasukkan nama-nama besar. Hal ini rupanya diperhatikan oleh DC, dan di Trinity mereka bukan sekedar memasukkan nama besar semata tetapi menghadirkan ketiga jagoan utama mereka (mungkin demi bersaing dengan Marvel yang merilis Spider-man tiga kali sebulan?)
Format dalam Trinity sedikit berbeda dengan kedua pendahulunya. Apabila 52 dan Countdown mengambil beberapa karakter dan menceritakan perkembangannya sedikit demi sedikit, Trinity akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah cerita utama di mana Busiek menulis cerita sementara Mark Bagley (mantan artis dari Ultimate Spider-man) mengerjakan penggambarannya. Bagian pertama ini akan menjadi inti cerita dari Trinity. Bagian kedua akan menjadi back story / pelengkap dari cerita utama dan tim yang mengerjakannya pun bukan duo Busiek – Bagley.
Kendati premise ceritanya menjanjikan, jujur saja saya merasa bahwa saat keluarnya Trinity sekarang tidak tepat. 52 dan Countdown mengambil setting waktu yang jelas. 52 menjembatani kejadian antara Infinite Crisis dan One Year Later, sementara Countdown menghitung mundur terjadinya Final Crisis (kendati karena gagal semua even dalam Countdown hampir dianggap tidak terjadi). Masalah utama dari Trinity adalah Busiek secara tegas mengatakan kalau apapun yang terjadi dalam Trinity tidak akan berpengaruh pada titel lain terbitan DC. Hasilnya jadi aneh; apabila sekarang Batman dikabarkan hilang dalam RIP, Trinity menunjukkan dia masih sibuk memberantas kejahatan, Superman juga tengah disibukkan kedatangan 100.000 Kryptonian ke Metropolis tetapi hal ini sama sekali tak disebut dalam Trinity. Paling parahnya adalah Final Crisis (yang adalah even terbesar DC tahun ini) juga tengah berlangsung. Kesalahan toh bukan terletak di pundak Busiek selaku penulis tetapi lebih pada eksekutif DC yang tidak becus mengatur timeline mereka.
Pada akhirnya, bagi mereka yang mau mengikutinya; sekarang belum terlambat karena Trinity baru mau memasuki setengah jalan. Baca serial ini dan sadarlah kenapa Superman, Batman, serta Wonder Woman disebut sebagai superhero/ine terbesar dunia DC.
Score: 6.5