Posts Tagged ‘JJ Abrams’
[TV] Lost – The Complete Fourth Season
Lost Season 4 Cover
Producer: JJ Abrams
Artist: Matthew Fox, Evangeline Lily, Dominic Mognahan
Running Time: 45 Minutes per Episode
(Seperti biasa, review untuk season keempat ini ditulis dengan anggapan kamu sudah menonton tiga season Lost sebelumnya. Apabila kamu belum menontonnya, jangan baca review di bawah karena berisi spoiler untuk kisah tiga season sebelumnya)
“How can you top a TV series that ends its season 3 with ‘WE HAVE TO GO BACK KATE. WE HAVE TO GO BACK’? The answer is simple. You simply can’t.“
Saya masih ingat bahwa itulah nickname yang saya masukkan di MSN saya begitu selesai menonton season tiga dari Lost. Maklum, kalau kamu sudah cermat mengikuti Lost selama ini, maka season tiga finalenya yang berjudul Through The Looking Glass memberikan hampir segalanya yang bisa kamu harapkan dari Lost. Perseteruan antara para survivor dan para others mencapai puncaknya; kontak dengan dunia luar untuk pertama kali berhasil dilakukan; janji akan diselamatkan untuk pertamanya mencuat dengan jelas. Betapa salahnya saya, karena terbukti bahwa season empat berhasil menyamai kualitas season tiga – bahkan melebihinya.
Dan semuanya ditutup dengan pesan terakhir Charlie: “Not Penny’s Boat“.
Jadi siapa orang-orang yang dijanjikan akan menyelamatkan mereka itu? Apakah mereka kawan? Apakah mereka lawan? Haruskah percaya kepada mereka dan menyelamatkan diri dari pulau misterius itu? Ataukah para survivors itu masih harus tetap tinggal di sana karena itulah takdir mereka?
Hal inilah yang nantinya membagi para survivors menjadi dua kubu. Satu kubu akan dipimpin oleh Jack, yang mengharapkan mereka akan bisa diselamatkan dan meninggalkan pulau ini. Sebaliknya, kubu lain di bawah pimpinan dari John yang merasa bahwa kesempatan mereka untuk hidup adalah dengan bertahan di pulau itu. Walhasil, beberapa survivor memutuskan tinggal di pantai dan menunggu pertolongan, sementara yang lain masuk makin ke dalam hutan guna menghindari pertemuan dengan para penyelamat. Siapa yang benar? Apakah mereka benar-benar bisa meloloskan diri dari pulau itu?
Satu konsep baru yang diperkenalkan dalam season ini oleh Lost adalah konsep flash-forward. Apabila biasanya cerita dalam Lost sebelumnya dibagi dalam segmen flashback satu karakter tertentu dan cerita utama di pulau, elemen baru flash-forward ini menunjukkan apa yang terjadi pada masa depan karakter yang bersangkutan. Hal ini membuat jalan cerita menjadi semakin menarik karena para penulis skenario bisa menipu penonton dengan menunjukkan flash-forward yang seakan-akan merupakan flashback (atau sebaliknya). Konsep flash-forward pun merupakan bagian yang lebih integral dengan jalan cerita utama sehingga kita akan cermat mengamatinya supaya tidak kelewatan rahasia-rahasia kecil yang diselipkan oleh para penulis skenario.
Kelemahan utama Lost dulu adalah pacing yang terlalu lambat. Ini paling kentara apabila kamu menonton season ketiga Lost. Paruh pertamanya terasa lambat, bertele-tele dan membosankan. Toh begitu season tersebut memasuki paruh keduanya, pace cerita meningkat, misteri-misteri yang ada dibuka, dan konfrontasi serta penyingkapan misteri terjadi. Walhasil, season keempat Lost bukannya memiliki 22 jumlah episode, hanya memiliki 14 episode saja. Pemotongan jumlah episode yang terjadi untuk semua TV Series Amrik (karena adanya Writer’s Strike tahun 2007) ini bukannya menjadi bencana malahan menjadi berkah bagi Lost. Lost pun disanjung dan dianggap kembali mampu menaikkan pamornya.
Saya sudah menuliskan resensi mengenai empat season Lost dan memuji serial ini setinggi langit. Jujur saja, apabila kamu belum mengikuti serial ini, saya hanya bisa mengulang saran yang rasanya sudah saya tuliskan berulang kali. Lost adalah salah satu serial terbaik yang pernah ditayangkan di layar kaca. Jangan lewatkan.
Score: 9.3
[TV] Lost – The Complete Third Season

Lost Season 3 Cover
Producer: JJ Abrams
Artist: Matthew Fox, Evangeline Lily, Dominic Mognahan
Running Time: 45 Minutes per Episode
(Perhatian: Seperti review untuk season dua, bacalah review ini setelah anda menonton kedua season awal Lost karena akan banyak spoiler dalam review ini)
Season tiga adalah titik balik dari serial Lost. Banyak orang sempat merasa bahwa Lost sudah sampai pada titik jenuhnya. Plot yang maju dengan lambat selama dua season pertama (akibat harus berbagi waktu dengan flashback) membuat banyak orang menjadi malas mengikuti serial ini. Karakter di Lost memang menarik – tetapi berapa banyak masa lalu yang bisa anda masukkan ke dalam seorang karakter? Kate adalah seorang penipu, Jack adalah seorang dokter, Locke adalah seorang… petualang (mungkin?), dan Sawyer adalah seorang penipu. Okay, we get it. Stop beating that to our head repeatedly.
Season dua diakhiri dengan ditangkapnya Hugo, Jack, Kate, dan Sawyer karena pengkhianatan Michael. Sesuai janji dari The Others, Michael dan Walt diperbolehkan pulang. Sayid, Jin, dan Sun masih berada di perairan lepas menanti di mana gerangan mereka. Di camp para survivor sendiri, Locke baru menyadari bahwa ia membuat kesalahan besar dengan tidak menekan angka keramat. Hatch yang selama ini menjadi markas kedua para survivor pun meledak sudah. Dengan finale seperti itu, season tiga pun dimulai.
Apabila saya diminta merangkum Lost, saya akan merangkum season satu sebagai pembukaan Lost. Dalam season dua kita mulai diperkenalkan lebih dalam mengenai The Others. Siapa saja mereka yang telah menghuni pulau ini sebelum para survivor tiba? Dalam season tiga, fokusnya adalah konfrontasi antara para survivor dan The Others. The Others di bawah pimpinan Henri Gale (nantinya dikenal sebagai Benjamin Linus) dan para survivor di bawah pimpinan Jack dan John. Kita akan diajak untuk mengenal lebih dalam siapa saja anggota lain dari The Others.
Paruh pertama dari Lost mendapatkan kritik bertubi-tubi dari banyak orang. Jalan cerita dianggap sangat – sangat lambat sehingga membosankan dan membuat banyak orang malas mengikutinya (apabila di tahun yang sama muncul Heroes yang memiliki cerita dengan tempo lebih cepat dan menegangkan). Karakter-karakter baru yang dimasukkan dalam cerita seperti Paolo dan Niki dianggap tidak menarik dan tak bisa bersaing dengan karakter-karakter lama lain. Walhasil, rating dari Lost pun turun dan para produser harus memutar otak guna menggarap paruh akhir musim.
Hasilnya sukses besar. Paruh kedua musim ini menghasilkan episode-episode yang solid. Banyak misteri mulai diungkap, karakter-karakter yang tidak menarik digantikan, dan pace cerita dipercepat. Di saat yang sama Jeffrey Lieber, Damon Lindelof dan JJ Abrams selaku penggarap Lost memastikan bahwa Lost sudah memiliki jadwal cerita. Mereka akan mengakhiri Lost di season enam dengan menggarap 16 episode di tiga season terakhir. Ini memberikan kepastian bagi banyak fans bahwa Lost tidak akan memiliki jalan cerita yang berputar-putar ga jelas. Mendapat sambutan hangat para kritik, Lost kembali menjadi favorit penonton. Saya tantang anda; cari satu episode TV yang memiliki kualitas setaraf dengan Through the Looking Glass (finale dari season tiga Lost). Saya jamin anda takkan bisa menemukannya.
Terus terang saya sendiri pun terbagi mau menilai season tiga. Setengah dari saya ingin menilai ini sebagai season terbaik Lost karena paruh keduanya yang fantastis, tetapi sebagian dari saya yang lain ingin mencercanya karena paruh pertamanya yang sangat buruk. My final verdict is: sabarkan diri anda menonton paruh pertama, karena paruh kedua Lost adalah salah satu sajian paling berkualitas yang pernah hadir di layar kaca.
Score: 9.0
[TV] Lost – The Complete Second Season

Lost Season 2 Cover
Producer: JJ Abrams
Artist: Matthew Fox, Evangeline Lily, Dominic Mognahan
Running Time: 45 Minutes per Episode
(Perhatian! Sebelum membaca review ini, pastikan anda sudah menonton Lost season pertama terlebih dahulu. Merupakan hal yang hampir mustahil apabila saya berusaha menjelaskan Season 2 dengan merahasiakan semua detail dari Season 1.)
Ketika menyelesaikan Lost Season 2, saya tiba pada kesimpulan bahwa Lost merupakan salah satu TV Series terbaik yang pernah saya tonton. Mengapa demikian?
Dalam season 1, sebagai penonton, kita sudah dikenalkan Jack dan teman-teman. Di akhir dari season pertama Lost, kita mulai ditunjukkan mengenai siapa sebenarnya The Others yang terus disebut dan direferensikan di season pertama. Selain itu, apa yang sebenarnya ada di dalam hatch yang berusaha dibuka oleh Boone dan Locke pun diungkap di sini. Yang mengejutkan bagi para penonton adalah dihadirkannya kelompok Survivor yang lain. Semula, kita menyangka bahwa hanya 48 orang di bawah pimpinan Shephard-lah yang selamat. Tak disangka bahwa ternyata ada beberapa survivor lain (ingat, pesawat mereka terbelah menjadi dua) yang terdiri dari penumpang di bagian belakang pesawat.
Apabila season 1 bertujuan sebagai setup yang memperkenalkan setiap karakter dalam Lost kepada kita, season 2 mulai memajukan cerita. Kali ini para survivor di Lost tidak hanya diam saja menunggu diselamatkan. Selain itu, The Others yang di season 1 terlihat pasif asalkan para survivor tidak menganggu mereka pun mulai bergerak. Bisa ditebak bahwa gerakan ini akan membawa kedua kubu dalam bentrokan yang tidak bisa dihindarkan.
Satu hal yang menarik dari season kedua Lost kali ini adalah keberanian dari sang produser untuk ‘menghabisi’ para karakter yang ada. Tidak seperti series TV lain di mana anda bisa yakin kalau sang jagoan pasti selamat (berapa kali Clark hampir tewas di Smallville, tetapi ternyata dia hidup, baik-baik, dan sehat walafiat?). Tidak demikian halnya dengan season kedua Lost. Saya tak akan memberi banyak spoiler – tetapi percayalah kalau akan ada banyak kematian yang mengejutkan anda.
Beberapa misteri di season pertama pun dibuka di season ini; seperti bagaimana pesawat yang mengangkut heroin itu bisa jatuh di pulau. Atau siapa saja orang yang dikontak oleh Boone ketika menggunakan radio di pesawat. Sebagai gantinya misteri yang diungkap, misteri barupun dimunculkan (hint: nomer mistik). Masa lalu dari setiap karakter pun makin digali (termasuk para karakter-karakter baru) dan saya merasa bahwa banyak dari mereka yang makin nyaman memainkan karakter yang mereka perankan (Sawyer dan Locke terutama terlihat makin matang memainkan karakter mereka). Karakter-karakter baru macam Ana-Lucia, Libby, dan Mr. Eko pun dengan mantap mampu masuk ke dalam jaringan para karakter Lost yang lama.
Lost season kedua memang memiliki penurunan kualitas dibandingkan season pertamanya. Kendati begitu, ini masih sebuah serial yang tidak boleh anda lewatkan.
Score: 8.0
[TV] Lost – The Complete First Season

Lost Season 1 Cover
Producer: JJ Abrams
Artist: Matthew Fox, Evangeline Lily, Dominic Mognahan
Running Time: 45 Minutes per Episode
Ketika Jack Shephard sadar, ia berada di tengah hutan bambu. Kepalanya pening, badannya sakit, dan ia terdiam di sana, berbaring tanpa bergerak. Jack lantas melihat seekor anjing dan mengira bahwa dirinya berhalusinasi. Tapi sesaat kemudian ia teringat apa yang terjadi, ia bangun dan berlari menuju ke pantai dan saat itulah wajah serial televisi di Amerika berubah selamanya. JJ Abrams menghadirkan kepada kita Lost.
Lost dibuka dengan kecelakaan pesawat terbang Oceania 815. Pesawat ini jatuh di sebuah pulau yang tak berpenghuni – sejumlah 48 orang selamat dari kecelakaan maut ini. Ketika bantuan tidak kunjung datang, mau tidak mau orang-orang yang semula tak saling kenal satu sama lain ini mulai berkenalan, bekerja sama, dan bahu membahu berusaha untuk bertahan hidup di pulau ini. Pulau tempat mereka terdampar pun nampaknya bukan sekedar pulau biasa karena pulau misterius ini menyimpan banyak rahasia di dalamnya. Bukan hanya pulau yang bisa menyimpan misteri. 14 karakter utama disorot secara mendetail dalam interaksi mereka. Mereka ini juga menyimpan masa lalu yang disorot dalam tiap episode di Lost. Manusia-manusia yang pada luarnya nampak begitu normal, ternyata memiliki begitu banyak yang mereka simpan untuk diri mereka sendiri dan itulah yang diceritakan serial ini melalui flashback-flashback di tiap episode.
Tiap episode dalam Lost bisa dibilang terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama bersettingkan di masa kini, di pulau. Segmen kedua biasanya menyorot karakter-karakter tertentu dan mengisahkan masa lalu mereka. Ini terkadang menjadikan pacing dalam Lost terasa lambat – tetapi juga memberi kita waktu untuk lebih dalam mengenali karakter yang ada (dan merasakan keterkaitan dengan mereka). Yang membuat karakter dalam Lost begitu unik dan riil adalah karena mereka semua memiliki kedalaman karakter. Sekilas lihat, mudah mungkin menghakimi mengatakan bahwa si A itu tukang rusuh dalam grup, atau si B adalah juru damai grup, tetapi begitu episode yang berpusat pada mereka ditayangkan, pendapat kita tentang mereka bisa jadi berubah total.
Setting Lost yang kebanyakan berpusat di hutan serta pantai juga hadir dengan warna dan kontras yang tajam. Pun begitu dengan musiknya yang digubah oleh Michael Giacchino. Nampaknya JJ Abrams selaku produser dari serial ini memang mengimpikan Lost bukan sekedar serial biasa – tetapi serial yang memiliki kualitas setingkat film layar lebar.
Season pertama Lost adalah sebuah serial televisi yang saya rekomendasikan kepada siapa saja. Sudah begitu lama (mungkin sejak menonton season pertama 24?) saya tidak pernah menonton maraton serial televisi; Lost membuat kebiasaan buruk saya itu kambuh.
Score: 9.5