Rumah Si Tukang Review

a review a day takes your curiosity away

Posts Tagged ‘Rhapsody

[DS] Rhapsody: A Musical Adventure

without comments

Rhapsody Cover

Rhapsody Cover

- time to save the prince -

Publisher: NIS America
Developer: Nippon Ichi Software
Genre: RPG

Ketika pertama kali dirilis di Playstation satu dekade yang lampau, Rhapsody langsung menjadi sebuah RPG yang menarik perhatian para gamer. Kala itu, RPG Jepang dengan nafas anime yang kental masih belum banyak yang ditranslasikan ke Amerika sehingga Rhapsody dianggap bagaikan nafas segar bagi dunia RPG. Sayangnya, penjualan Rhapsody di Amerika dianggap kurang memuaskan sehingga sekuelnya tidak pernah ditranslasikan lagi oleh Nippon Ichi. Untungnya saja kendati sedikit, Rhapsody memiliki fanbase yang sangat loyal sehingga Nippon Ichi akhirnya meremake dan merilis ulang Rhapsody di DS.

Tokoh utama game ini adalah Cornet, seorang gadis sederhana yang tinggal di desa Orange. Suatu hari, mimpinya diselamatkan oleh pangeran kerajaan Ferdinand yang tampan nan gagah benar-benar terwujud. Ini mendorong Cornet untuk mencoba ikut lomba sayembara pencarian istri bagi sang pangeran. Tak disangka, setelah Cornet memenangkan perlombaan dan hendak merebut hati sang pangeran, gerombolan penyihir yang dipimpin oleh Marjoly merusak pesta. Tidak sekedar mengacau-balaukan pesta semata, bahkan sang pangeran dijadikan patung dan direbut oleh sang penyihir! Cornet yang tak hendak pangeran impiannya direbut penyihir tua bangka akhirnya memulai perjalanan panjangnya untuk menyelamatkan sang pangeran. Tentu saja Cornet tidak sendiri; dengan kemampuannya ia bisa menghidupkan para boneka dan menggunakan mereka sebagai teman untuk membantu menyelesaikan misinya.

Perbedaan utama dalam versi Rhapsody DS ini adalah sistem battlenya. Apabila sistem battle dalam versi PSnya menggunakan Strategy RPG (Grid-Based), versi remakenya kali ini menggunakan sistem Turn-Based RPG (yang juga digunakan oleh sekuel Rhapsody yang tak pernah dirilis di Amerika). Satu perbedaan mencolok lain dalam versi remake ini adalah bisa dipakainya Kururu (boneka pertama Cornet) dalam pertarungan. Karena kecerobohan sang developer, perilisan versi Amerika game ini tidak mengikutkan skenario tambahannya (padahal skenario ini muncul di versi Jepangnya). Lebih celakanya lagi, Nippon Ichi sebenarnya sudah menjanjikan kepada para fans bahwa dalam versi remake ini akan ditambahkan prolog dari keseluruhan saga Rhapsody. Bayangkan betapa kecewanya para fans setelah terjadi kecerobohan dalam produksi dan skenario ini akhirnya tidak jadi dimunculkan di versi Amerikanya!

Game ini memiliki tingkat kesulitan yang mudah serta jalan cerita yang tergolong pendek dan bisa cepat diselesaikan. Hampir sepanjang permainan saya membiarkan karakter saya bertarung dengan setting auto (kecuali melawan boss) dan saya tidak pernah menjumpai layar Game Over sekalipun. Karena mudah dan minim subquest, para veteran RPG tidak akan makan waktu lebih dari 15 jam untuk menyelesaikan game ini (kadang waktu bahkan bisa ditekan di bawah 10 jam karena gamer tidak perlu mencari level).

Tema musik yang kental dan ‘prince in distress‘ membuat banyak pihak menyangka bahwa game ini khusus diperuntukkan bagi para cewe. Pemikiran sempit ini sangat saya sayangkan karena menurut saya, dan saya seorang cowo, tema persahabatan, cinta, dan keluarga yang diangkat oleh Rhapsody adalah sebuah tema universal yang bisa dinikmati dari gamer dari semua kalangan.

Final Verdict:

Gameplay: 6
Terlalu sederhana dan terlalu mudah. Hampir setiap boneka yang dipakai dalam Cornet di game ini tidak memiliki karakteristik pembeda yang jelas (selain elemennya). Karena itu, kamu bisa memakai boneka manapun asal level mereka tinggi. Ini menjadikan game kurang menantang karena kamu tidak perlu merancang strategi guna melawan bos-bos tertentu. Setidaknya, kali ini menavigasi dungeon lebih mudah dengan bantuan map di layar atas DS. Glitch yang terkadang muncul juga bisa menganggu.

Graphic / Sound: 8
Untuk sebuah game berusia sepuluh tahun, grafis Rhapsody masih bisa bersaing dengan game-game DS yang dirilis pada masa kini. Walaupun design dungeonnya terasa monoton dan berulang-ulang, terdapat pesona sendiri pada dunia Rhapsody yang penuh dengan keindahan goresan 2D yang kini sudah jarang ditemui. Lagu dalam Rhapsody yang seharusnya memiliki dua versi, sayangnya dihilangkan versi Inggrisnya. Konon ini supaya memori cartridgenya bisa memuat translasi dari skenario tambahan yang tak pernah ada itu.

Play Time: 6
Pernah saya baca bahwa seseorang bisa menyelesaikan game ini dalam waktu 5 jam! Ini rasanya menjadi sebuah pembuktian bagaimana sederhana dan singkatnya Rhapsody. Apalagi dengan tidak adanya skenario tambahan yang dijanjikan, hampir tidak ada alasan untuk memainkan ulang game ini begitu anda menyelesaikannya.

Overall: 6.7

Written by Si Tukang Review

January 4, 2009 at 11:54 am

Posted in DS, Handheld

Tagged with , , ,